Tafsir QS Al Fatihah ayat 7

 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

وهذا الصراط المستقيم هو: {صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ} من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين. {غَيْرِ} صراط {الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ} الذين عرفوا الحق وتركوه كاليهود ونحوهم. وغير صراط {الضَّالِّينَ} الذين تركوا الحق على جهل وضلال، كالنصارى ونحوهم.

Maksud dari Sirotul Mustaqim adalah “jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat” dari kalangan para nabi, orang-orang yang jujur dengan keimanannnya, syuhada, dan orang-orang saleh, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai Allah.

Yang dimaksud dengan orang-orang yang dimurkai Allah adalah mereka yang mengetahui kebenaran kemudian tidak mengamalkannya. Tipologi manusia ini seperti orang-orang Yahudi dan siapa saja yang meniru langkah mereka dari kalangan kaum muslimin. Bukan juga jalannya orang-orang yang sesat yaitu mereka yang melakukan kebaikan tanpa ilmu. Tipologi manusia ini adalah seperti orang-orang Kristen.

Pelajaran yang diambil dari QS. Al-Fatihah ayat 7:

  1. Jalan yang lurus atau Islam adalah sebuah nikmat, sehingga kewajiban kita sebagai seorang muslim dan muslimah mensyukuri nikmat keislaman tersebut. Yaitu dengan cara mengamalkan ajaran-ajaran Islam tersebut.
  2. Tingkat kemuliaan manusia bukan disebabkan gelar akademik, karir, dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tetapi kemuliaan sebenarnya ada pada tingkatan seseorang yang menjadi Nabi, Shiddiqin (orang-orang yang jujur dengan keimanannya), Syuhada (mati syahid), dan orang-orang saleh.
  3. Menjadi Nabi adalah sudah tidak mungkin lagi bagi kita disebabkan telah ditutup dengan Nabi Muhammad. Yang paling memungkinkan adalah untuk meraih tingkatan Shiddiqin (orang-orang yang jujur dengan keimanannya), Syuhada (mati syahid), dan orang-orang saleh.
  4. Orang-orang Yahudi adalah bangsa yang dimurkai Allah disebabkan mereka tidak mengamalkan ilmunya. Bisa jadi, di antara kaum muslimin ada yang berperilaku seperti Yahudi yaitu tidak mengamalkan ilmunya.
  5. Orang-orang Kristen adalah bangsa yang sesat, disebabkan mereka beramal tapi tanpa didasari dengan ilmu. Bisa jadi, di antara kaum muslimin ada yang berperilaku seperti orang Kristen yaitu beramal tanpa ilmu.
  6. Kaum muslimin adalah bangsa dan umat pertengahan antara Yahudi dan Kristen. Yaitu mereka mengamalkan apa yang mereka ilmui.
  7. Pentingnya berilmu dan beramal. Ilmu itu laksana lentera dalam kegelapan, ia memberi petunjuk kepada pemiliknya untuk meniti jalan yang lurus.
  8. Hendaknya semangat menuntut ilmu diiringi dengan semangat mengamalkan. Karena menumpuk ilmu tanpa amal tiada berguna di sisi Allah.

Referensi: Taisir al-Karim al-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannaan Karya Abdurrahman al-Sa’di (w. 1376 H)

Dr. Ade Wahidin, Lc., M.Pd.I

 

Share:

More Posts

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 6

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  Adapun firman Allah “Ihdinash Shirathol Mustaqim” maknanya adalah tunjukilah dan bimbimlah kami. Berikanlah kami taufiq (pemastian) untuk menempuh jalan yang lurus. Sirotul

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 5

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ Firman-Nya Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in yaitu kami sebagai hamba-Mu mengkhususkan ibadah dan memohon pertolongan ini hanya kepada-Mu. Didahulukannya ibadah atas

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 4

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ Maliki Yaumiddin (Raja/Pemilik Hari Pembalasan), kata al-Malik artinya Dzat yang memiliki sifat kepemilikan dan kerajaan yang secara otomatis memiliki otoritas untuk memerintah

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 3

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Surat al-Fatihah ayat 3 ini sudah dijelaskan pada ayat yang pertama yaitu bismillahirrahmanirrahim. Disebutkannya ar-Rahman ar-Rahim secara terpisah pada ayat yang ketiga ini

Kirim Pesan