Setelah Akidah, kurikulum khas selanjutnya adalah Ibadah. Ibadah disini maksudnya adalah terkait dengan materi-materi fikih dan doa dan zikir baik secara teoritis maupun praktis. Lulusan Mizala Islamic School secara ibadah diharapkan terhabit dengan frekuensi ibadah yang tidak berlebih-lebihan (ifrāth) dan tidak meremehkan (tafrīth) tetapi proporsional (wasath) dengan indikator konsisten (istiqāmah) walaupun sedikit.
Secara aplikatif, kurikulum ibadah ini mengacu kepada kitab-kitab fikih mazhab Syafi’I, di antaranya adalah matan Abi Syuja’, dengan salah satu syarahnya misalnya kitab At-Tzahib Fi Adillati Matn Ghayah wa At-Taqrib. Walaupun di Mizala Islamic School juga terbuka dengan pengamalan fikih Mazhab lainnya seperti Mazhab Hanafi, Maliki, ataupun Hambali selama masih koridor perbedaan yang mu’tabar (diakui). Secara aplikatif kurikulum Qur`an di Mizala Islamic School ini memiliki dua tinjauan yaitu sisi Baca dan Tahfiz Al-Qur`an dan sisi Faham Al-Qur`an (Tadabbur), yang mana masing-masing tahapan memiliki fokus targeting yang berbeda dan berjenjang sesuai dengan level-level para santri Mizala Islamic School
Sedangkan untuk Doa dan Zikir, maka pada dasarnya mengedepankan kepada kevalidan doa dan zikir tersebut dari sisi periwayatannya. Doa dan Zikir tersebut diambil dari Al-Qur`an maupun dari Hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Di antara kitab rujukannya adalah al-Azkar karya Imam Nawawi, Hishnul Muslim karya Al-Qahthani dan lain sebagainya.
Berkaitan dengan materi fikih maka sebagaimana pada umumnya kajian Fikih, secara global terdiri dari empat bagian utama yaitu:
Berkaitan dengan materi Doa dan Zikir ini, kurang lebih silabusnya mencakup:
Di samping pendampingan terhadap pembiasaan zikir dan doa ibadah harian, para santri Mizala Islamic School dibekali dengan pelatihan beberapa ibadah praktis seperti pengurusan jenazah, manasik umroh dan haji, dan lain sebagainya.
© 2026 All Rights Reserved.
Hubungi Kami