Tafsir QS al-Fatihah Ayat 4

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Maliki Yaumiddin (Raja/Pemilik Hari Pembalasan), kata al-Malik artinya Dzat yang memiliki sifat kepemilikan dan kerajaan yang secara otomatis memiliki otoritas untuk memerintah dan melarang, memberikan reward (pahala) dan punishment (siksa), berhak mengatur seluruh kerajaan dan kekuasaan-Nya dengan segala bentuk dan macam pengaturan.

Maksud Yaumiddin adalah hari kiamat. Disebut yaumiddin disebabkan pada hari itu manusia akan diberikan balasan atas perbuatan mereka sewaktu di dunia, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pada waktu itu akan sangat nampak bagi seluruh makhluk-Nya tentang kesempurnaan kekuasaan, kerajaan, keadilan dan kebijaksanaan-Nya. Adapun raja-raja sewaktu di dunia, maka kerajaan dan kekuasaannya telah sirna. Sehingga pada waktu itu, kedudukan seluruh makhluk-Nya sama antara raja dan rakyat biasa, antara orang merdeka/ tuan dengan budak sahaya.

كلهم مذعنون لعظمته، خاضعون لعزته، منتظرون لمجازاته، راجون ثوابه، خائفون من عقابه، فلذلك خصه بالذكر، وإلا فهو المالك ليوم الدين ولغيره من الأيام.

Seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali tunduk terhadap keagungan dan kemulian-Nya. Mereka pada waktu itu menunggu untuk mendapatkan balasan, mereka mengharapkan pahala dan mengkhawatirkan siksa.

Pelajaran yang diambil dari QS. Al-Fatihah ayat 4:

  1. Kekuasaan abadi adalah milik Allah. Adapun kerajaan dan kekuasaan makhluk hanyalah sementara dan terbatas.
  2. Segala bentuk kedudukan, jabatan, karir, dan sejenisnya jika diselewengkan maka akan menjadi beban dosa pada hari kiamat. Dan tidak perlu menyombongkan diri dengan itu semua, karena pada hari kiamat semuanya akan diperlakukan sama di hadapan Allah Ta’ala.
  3. Berfikir dan mengilmui sebelum bertindak. Karena setiap tindakan kita secara otomatis pada hari kiamat akan diberikan balasan.

Wallohu A’lam.

Referensi: Taisir al-Karim al-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannaan Karya Abdurrahman al-Sa’di (w. 1376 H)

Dr. Ade Wahidin, Lc., M.Pd.I

 

Share:

More Posts

Tafsir QS Al Fatihah ayat 7

 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ وهذا الصراط المستقيم هو: {صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ} من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين. {غَيْرِ} صراط {الْمَغْضُوبِ

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 6

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  Adapun firman Allah “Ihdinash Shirathol Mustaqim” maknanya adalah tunjukilah dan bimbimlah kami. Berikanlah kami taufiq (pemastian) untuk menempuh jalan yang lurus. Sirotul

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 5

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ Firman-Nya Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in yaitu kami sebagai hamba-Mu mengkhususkan ibadah dan memohon pertolongan ini hanya kepada-Mu. Didahulukannya ibadah atas

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 3

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Surat al-Fatihah ayat 3 ini sudah dijelaskan pada ayat yang pertama yaitu bismillahirrahmanirrahim. Disebutkannya ar-Rahman ar-Rahim secara terpisah pada ayat yang ketiga ini

Kirim Pesan