Tafsir QS al-Fatihah Ayat 5

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Firman-Nya Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in yaitu kami sebagai hamba-Mu mengkhususkan ibadah dan memohon pertolongan ini hanya kepada-Mu. Didahulukannya ibadah atas memohon pertolongan dalam rangka mendahulukan perkara umum dari pada perkara khusus. Karena memohon pertolongan adalah bagian daripada ibadah. Demikian pula sebagai bentuk pentingnya perkara mendahulukan hak Allah (berupa ibadah) daripada hak manusia (berupa memohon pertolongan).

Definisi Ibadah adalah sebuah nama yang mencakup seluruh apa saja yang dicintai dan diridai oleh Allah baik berupa perbuatan maupun perkataan baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Adapun isti’anah yaitu bersandar kepada Allah dalam mendatangkan manfaat dan menolak bahaya disertai keyakinan bahwa Allah pasti mewujudkannya.

و {العبادة} اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأعمال، والأقوال الظاهرة والباطنة. و {الاستعانة} هي الاعتماد على الله تعالى في جلب المنافع، ودفع المضار، مع الثقة به في تحصيل ذلك.

والقيام بعبادة الله والاستعانة به هو الوسيلة للسعادة الأبدية، والنجاة من جميع الشرور، فلا سبيل إلى النجاة إلا بالقيام بهما. وإنما تكون العبادة عبادة، إذا كانت مأخوذة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم مقصودا بها وجه الله. فبهذين الأمرين تكون عبادة، وذكر {الاستعانة} بعد {العبادة} مع دخولها فيها، لاحتياج العبد في جميع عباداته إلى الاستعانة بالله تعالى. فإنه إن لم يعنه الله، لم يحصل له ما يريده من فعل الأوامر، واجتناب النواهي.

Melaksanakan peribadatan kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya merupakan sarana untuk meraih kebahagiaan abadi, keselamatan dari segala keburukan, sehingga tidak ada jalan untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan kecuali dengan merealisasikan ibadah dan isti’anah (memohon pertolongan).

Ibadah itu dikatakan sebagai ibadah yang sesungguhnya ketika ibadah tersebut diambil dari apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah. Maka ini adalah hakikat ibadah yang sesungguhnya.

Hikmah disebutkannnya kata Isti’anah setelah ibadah padahal Isti’anah termasuk ibadah adalah disebabkan setiap hamba dalam melaksanakan seluruh ibadahnya pasti membutuhkan pertolongan kepada Allah. Karena jika Allah tidak menolong hamba-Nya pasti ia tidak mampu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Pelajaran yang diambil dari QS. Al-Fatihah ayat 5:

  1. Makna ibadah cakupannya sangat luas tidak hanya sholat, puasa, zikir, doa tetapi juga segala sesuatu yang dicintai dan diridoi oleh Allah seperti berkata baik, membantu orang lain dengan keahlianny masing-masing selama itu dihalalkan, tersenyum kepada orang lain, menghibur saudara yang tertimpa musibah, dan lain sebaginya.
  2. Setiap akan menunaikan ibadah dan bekerja hendaknya jangan lupakan Allah. Yaitu dengan memohon pertolongan kepada-Nya seraya mengucapkan Bismillah, alhamdulillah dan yang semakna dengannya.
  3. Dalam beribadah hendaknya seseorang bukan hanya memperhatikan dari sesi kuantitasnya, tetapi juga dari segi kualitasnya. Beribadah yang berkualitas adalah ibadah yang terpenuhi dua syarat diterimanya ibadah yaitu ikhlas dan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

Wallohu A’lam.

Referensi: Taisir al-Karim al-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannaan Karya Abdurrahman al-Sa’di (w. 1376 H)

Dr. Ade Wahidin, Lc., M.Pd.I

Share:

More Posts

Tafsir QS Al Fatihah ayat 7

 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ وهذا الصراط المستقيم هو: {صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ} من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين. {غَيْرِ} صراط {الْمَغْضُوبِ

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 6

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  Adapun firman Allah “Ihdinash Shirathol Mustaqim” maknanya adalah tunjukilah dan bimbimlah kami. Berikanlah kami taufiq (pemastian) untuk menempuh jalan yang lurus. Sirotul

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 4

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ Maliki Yaumiddin (Raja/Pemilik Hari Pembalasan), kata al-Malik artinya Dzat yang memiliki sifat kepemilikan dan kerajaan yang secara otomatis memiliki otoritas untuk memerintah

Tafsir QS al-Fatihah Ayat 3

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Surat al-Fatihah ayat 3 ini sudah dijelaskan pada ayat yang pertama yaitu bismillahirrahmanirrahim. Disebutkannya ar-Rahman ar-Rahim secara terpisah pada ayat yang ketiga ini

Kirim Pesan